Cikalongwetan, – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Cikalongwetan menggelar pelantikan pengurus sekaligus Rapat Kerja Anak Ranting pada Minggu, 11 Oktober 2026. Bertempat di Gedung MWCNU Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan lancar, serta menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meneguhkan komitmen khidmah, dan merumuskan langkah strategis bagi pengembangan Fatayat NU hingga tingkat ranting.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Barat yang mewakili pimpinan wilayah, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat, Mustasyar MWCNU Cikalongwetan, Ketua Rois Syuriyah MWCNU Cikalongwetan, Ketua Tanfidziyah MWCNU Cikalongwetan, serta Koordinator Fatayat NU Cikalongwetan.
Turut hadir Danramil dan Kapolsek Cikalongwetan atau perwakilannya, Ketua DPK KNPI Cikalongwetan, Ketua PAC Muslimat NU Cikalongwetan, Ketua IPNU-IPPNU Cikalongwetan, serta para ketua dari 13 ranting Fatayat NU se-Kecamatan Cikalongwetan. Hadir pula jajaran pengurus dan anggota Fatayat NU dari berbagai wilayah di Kecamatan Cikalongwetan.
Pelantikan pengurus menjadi penanda dimulainya amanah organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat kebersamaan. Kepengurusan yang telah dilantik diharapkan mampu memperkuat peran perempuan muda Nahdliyin dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan pemaparan dari ketua PC Fatayat NU KBB " Pelantikan hari ini bukan sekedar seremonial. Ini adalah Baiat Khidmah. Kita berjanji di hadapan Allah untuk melanjutkan perjuangan ulama perempuan. Citra diri Fatayat harus melekat dan menjadi kekuatan kita.
Saya berpesan 3 hal untuk PAC Cikalongwetan:
Pertama, Niatkan Lillah. Ber-Fatayat itu capek, tidak digaji. Tapi lelahnya kita akan menjadi saksi di akhirat bahwa kita pernah merawat umat.
Kedua, Bergerak dari Hal Terkecil. Jangan menunggu besar dulu baru bergerak. Mulailah dari pengajian ranting, dari jamaah majelis taklim, dari dampingi perempuan di desa.
Ketiga, Jaga Kekompakan. Fatayat itu rumah. Kalau di rumah ada masalah, selesaikan di dalam rumah, jangan di luar. Satu komando, satu barisan.
Saya percaya PAC Cikalongwetan akan menjadi PAC yang aktif, kreatif, dan membawa manfaat untuk perempuan di Cikalongwetan" ujarnya.
Sementara Mustasyar MWCNU Cikalongwetan menyampaikan pesan tentang pentingnya keikhlasan dan keyakinan dalam menjalankan khidmah di Nahdlatul Ulama. Menurutnya, amanah organisasi hendaknya tidak dipandang sebagai beban yang perlu dikhawatirkan, melainkan sebagai kesempatan untuk mengabdi dan menebar manfaat.
"Ketika kita bertambah beban, maka Allah akan tambah dayanya. Ketika kita bertambah kesibukannya, maka Allah akan tambah rezekinya. Insyaallah, berkhidmah di Nahdlatul Ulama, Allah akan cukupkan segala sesuatunya. Jadi, jangan khawatir,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi penguat bagi para pengurus yang baru dilantik agar senantiasa menjaga keikhlasan, semangat, dan istiqamah dalam menjalankan amanah organisasi. Sebab, khidmah bukan sekadar tentang menjalankan program kerja, melainkan juga tentang menghadirkan manfaat bagi umat serta merawat nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, pelaksanaan rapat kerja menjadi ruang strategis untuk menyusun program yang terarah, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan anggota serta masyarakat. Melalui forum ini, setiap ranting diharapkan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan partisipasi kader, dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, Fatayat NU memiliki peran penting dalam menyiapkan kader perempuan muda yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa. Oleh karena itu, penguatan organisasi dari tingkat PAC hingga ranting menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi dan gerakan perempuan Nahdliyin.
Dengan terlaksananya pelantikan dan rapat kerja ini, PAC Fatayat NU Cikalongwetan diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, mempererat ukhuwah, serta mengembangkan program-program yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Semangat khidmah yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata, kolaborasi, dan pengabdian yang berkelanjutan bagi agama, organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Penulis: Tim Media dan Litbang PC Fatayat NU KBB
