![]() |
BANDUNG BARAT, Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bandung Barat bersama jajaran badan otonom (banom) NU mengikuti kegiatan napak tilas muassis NU Kabupaten Bandung Baratyang digelar PCNU Kabupaten Bandung Barat, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, dan keteladanan para ulama yang telah berkhidmah dalam membangun NU serta pendidikan keislaman di Kabupaten Bandung Barat.
Rangkaian napak tilas diawali dengan ziarah ke makam Rois Syuriah kedua PCNU Kabupaten Bandung Barat, almarhum almaghfurlah KH. Yayat Ruhiyat Sirodj, yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bidayah, Cangkorah.
Dari Cangkorah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Darul Falah, Cihampelas, untuk berziarah ke makam Rois Syuriah PWNU Jawa Barat, almarhum KH. Asep Burhanudin.
Perjalanan napak tilas kemudian dilanjutkan menuju Maqbaroh Pondok Pesantren Al-Amin, Sumurkembang. Di tempat tersebut, rombongan berziarah ke makam Rois Syuriah pertama Kabupaten Bandung Barat sekaligus Rois Idaroh Wustho JATMAN Jawa Barat, almarhum almaghfurlah KH. M. Zainul Akhyar bin KH. Izzuddin Kurdi atau yang akrab disapa Aa Babussalam dimana beliau juga sebagai Pendiri Ponpes Babussalam Sindangkerta.
Selanjutnya, rombongan menuju Maqbaroh Ciselang untuk berziarah ke makam Rois Syuriah ketiga Kabupaten Bandung Barat, almarhum almaghfurlah KH. Aa Maulana ZA, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Ijazie, Dawuan.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat menyampaikan bahwa keterlibatan kader perempuan muda NU dalam napak tilas menjadi bagian penting dari proses penguatan kaderisasi dan pengenalan sejarah NU kepada generasi penerus.
“Napak tilas ini menjadi ruang bagi kader Fatayat NU untuk mengenal sejarah perjuangan para ulama dan muassis NU di Bandung Barat. Dengan mengenal sejarah, kader diharapkan semakin memahami nilai-nilai perjuangan, khidmah, dan tradisi ke-NU-an yang diwariskan para pendahulu,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa perjuangan santri dan ulama tidak berhenti pada masa lalu. Semangat tersebut perlu diteruskan oleh generasi muda melalui berbagai bentuk pengabdian di tengah masyarakat.
“Semangat para muassis harus menjadi inspirasi bagi kader hari ini untuk terus berkhidmah. Fatayat NU memiliki tanggung jawab untuk menjaga tradisi keilmuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menyiapkan kader perempuan NU
Rangkaian napak tilas kemudian ditutup dengan ziarah sekaligus silaturahmi di Pondok Pesantren Al Hikmah, Cipongkor. Sekaligus kediaman Kang Deden syarif Hidayatullah yang menjabat sebagai Wakil Ketua 6 Tanfidziyah dalam susunan Pengurus PCNU KBB (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung Barat) masa khidmah 2023–2028, serta dipercaya sebagai Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) PCNU KBB tahun 2026.
Penulis: Tim Media dan Litbang PC Fatayat NU KBB
