Sekitar 500 sahabat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bandung Barat berkumpul dalam kegiatan safari Syahriyahan PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat bersama PAC Fatayat NU Cililin, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami Al-Hidayah, Kampung Perlas RT 02 RW 06, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusias. Selain para sahabat Fatayat NU, kegiatan juga diikuti oleh ibu-ibu Muslimat NU Desa Budiharja.
Safari Syahriyahan menjadi salah satu ruang silaturahmi kader Fatayat NU sekaligus ikhtiar untuk merawat tradisi keagamaan dan memperkuat ukhuwah Nahdliyah di Kabupaten Bandung Barat.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Muslimat NU Kabupaten Bandung Barat Ibu Hj. Enya, Pengurus Harokah Majelis Taklim, Perempuan Bangsa Kab. Bandung Barat, Rois Syuriyah MWC NU Cililin, Camat Cililin atau yang mewakili, serta Kepala Desa Budiharja.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya semangat kebersamaan antara organisasi perempuan Nahdlatul Ulama, jajaran MWC NU, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat dalam menghidupkan kegiatan keagamaan di tingkat akar rumput.
Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan. Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias, menjadikan Safari Syahriyahan bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan antarkader dan memperkuat gerakan keagamaan di tengah masyarakat.
Selain Safari Syahriyahan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum pengumuman lomba Al-Barjanzi yang diikuti oleh majelis taklim dan PAC Fatayat NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat.
Lomba Al-Barjanzi menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi keislaman sekaligus memberikan ruang bagi para kader dan majelis taklim untuk menyalurkan kreativitas, kekompakan, serta kecintaan terhadap seni pembacaan Al-Barjanzi.
Berdasarkan hasil perlombaan, PAC Fatayat NU Lembang berhasil meraih juara 1, disusul PAC Fatayat NU Sindangkerta sebagai Juara 2, dan PAC Fatayat NU Cikalongwetan sebagai Juara 3.
Sementara itu, kategori juara harapan diraih oleh MT Al-Sajarah Thoyyibah Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, sebagai Juara Harapan 1; MT Nurul Hidayah Cintakarya, Kecamatan Sindangkerta, sebagai Juara Harapan 2; dan PAC Fatayat NU Padalarang sebagai Juara Harapan 3. Sedangkan Juara Favorit diraih oleh MT El Mubin, Kecamatan Cipongkor.
Pengumuman pemenang disambut meriah oleh para peserta yang hadir. Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertemukan dan mempererat hubungan antarmajelis taklim serta kader Fatayat NU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.
Safari Syahriyahan di Cililin sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi keagamaan dan semangat silaturahmi masih menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Nahdliyin.
Melalui kegiatan semacam ini, Fatayat NU Kabupaten Bandung Barat terus mendorong agar ruang-ruang keagamaan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat ukhuwah, merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Merawat tradisi, menguatkan silaturahmi, dan menebar manfaat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga denyut kehidupan Nahdliyin di Kabupaten Bandung Barat.”
Kontributor: Fatayat NU KBB
