BANDUNG BARAT, 20 September 2026 — Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bandung Barat resmi dibuka pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor PCNU Kabupaten Bandung Barat tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung Barat, H. Cecep Nedi Sugilar, M.Pd.
Konfercab V IPPNU Kabupaten Bandung Barat turut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Barat, serta para utusan dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU se-Kabupaten Bandung Barat
Dalam sambutannya, H. Cecep Nedi Sugilar menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda rutin organisasi maupun kegiatan seremonial. Menurutnya, Konfercab merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus menentukan arah dan program kerja strategis organisasi untuk periode mendatang.
“Konfercab ini bukan hanya sekadar acara rutin, bukan pula acara seremonial semata. Lebih dari itu, Konfercab adalah momentum penting untuk menentukan program kerja strategis ke depan,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa IPPNU merupakan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama yang memiliki peran penting dalam proses kaderisasi generasi muda perempuan NU. Karena itu, seluruh kader diharapkan menjalankan aktivitas organisasi dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
"Di tangan kalianlah marwah perempuan IPPNU akan dipertaruhkan. Maka ber-IPPNU harus dengan kesungguhan,” tegasnya.
H. Cecep juga berpesan agar berakhirnya masa kepengurusan tidak menjadi akhir dari semangat pengabdian kader. Menurutnya, setiap kader perlu mengingat kembali tujuan awal bergabung dalam organisasi, yakni untuk berkhidmat kepada organisasi, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat.
“Setelah demisioner nanti, jangan sampai semangat berorganisasi berhenti sampai di sini. Ingat kembali tujuan awal kita masuk organisasi adalah untuk berkhidmat,” pesannya.
Dalam menghadapi perkembangan zaman, H. Cecep menekankan bahwa kaderisasi harus menjadi fokus utama IPPNU. Selain itu, kader juga dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
“Di era sekarang, semua kader IPPNU harus melek teknologi. Kita berhadapan dengan Gen Z dan arus digitalisasi yang sangat kuat. Maka kita dituntut untuk menciptakan inovasi-inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kader perempuan NU tidak kehilangan peran di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung cepat. Keaktifan, kepekaan terhadap perkembangan zaman, serta kemampuan menciptakan inovasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
“Jangan sampai perempuan NU hancur karena kita tidak aktif dan tidak peka terhadap zaman,” katanya.
Menghadapi periode kepengurusan dua tahun mendatang, ia juga meminta para kader mempersiapkan diri dengan bekal pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman organisasi yang memadai.
“Tantangan ke depan akan lebih berat. Bawalah bekal yang banyak, karena perjalanan dua tahun ke depan bukan perjalanan yang sebentar. Perlu diisi dengan pemahaman. Jangan sampai acara ini menjadi seremonial belaka,” pesannya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk menjalankan amanah organisasi dengan keikhlasan dan niat karena Allah SWT.
“Ikhlas dalam bekerja, karena Allah Maha Melihat,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris II PW IPPNU Jawa Barat, Rekanita Syifa Nurunnihar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan keteguhan kader IPPNU Kabupaten Bandung Barat dalam menjalankan roda organisasi.
Ia mengapresiasi berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh setiap pimpinan cabang maupun anak cabang, sekaligus memberikan penghargaan terhadap semangat (ghiroh) dan keikhlasan (lillahi ta'ala) para kader yang tetap bertahan dan berkhidmat di tengah berbagai tantangan organisasi.
Mewakili PW IPPNU Jawa Barat, Syifa juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam proses pendampingan selama periode kepengurusan sebelumnya.
“Kami mewakili Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan dalam mendampingi. Kami juga berkomitmen untuk terus membimbing dan menemani pengurus pada periode berikutnya,” ungkap Syifa
Kepada para calon demisioner, ia berharap pengalaman yang telah diperoleh selama mengemban amanah di tingkat cabang dapat terus dikembangkan pada jenjang organisasi berikutnya. Ia juga mendorong para kader untuk melanjutkan pengabdian hingga tingkat Pimpinan Wilayah sekaligus tetap memberikan bimbingan kepada generasi penerus.
"Semoga para calon demisioner dapat melanjutkan pengabdian ke tingkat Pimpinan Wilayah dan tetap membimbing generasi penerus,” harapnya.
Syifa berharap Konfercab V IPPNU Kabupaten Bandung Barat mampu menghasilkan kepengurusan baru yang lebih baik, memiliki semangat pengabdian yang kuat, serta mampu menghadirkan sosok pemimpin yang amanah dan terpercaya.
“Semoga konferensi ini mampu melahirkan kepengurusan baru yang lebih baik, lebih bersemangat, serta melahirkan sosok ketua yang amanah dan terpercaya,” pungkasnya.
Konfercab V IPPNU Kabupaten Bandung Barat diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum konsolidasi, kaderisasi, dan penyusunan arah gerak organisasi dalam menghadapi tantangan generasi muda dan perkembangan era digital.
Kontributor: H.Udin
