Padalarang — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Padalarang menggelar kegiatan Temu Kader Penggerak Nahdlatul Ulama yang diikuti para kader PD-PKPNU, pengurus ranting, badan otonom (Banom), serta jajaran pengurus MWCNU Padalarang pada tanggal 14 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung pada di Blok Talang Atas RT 03 RW 08 Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat tersebut menjadi ajang konsolidasi kader untuk memperkuat jamaah dan jam’iyah NU.
Ketua MWCNU Padalarang, Iman Budiman, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral MWCNU Padalarang dalam menghimpun dan mendata para kader PD-PKPNU, khususnya alumni angkatan 1 hingga 4 yang berjumlah sekitar 45 orang.
Menurutnya, keberadaan kader penggerak NU sangat penting sebagai kekuatan organisasi dalam menjaga dan mengembangkan gerakan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah masyarakat.
“MWCNU Padalarang merasa memiliki tanggung jawab moril untuk menghimpun para kader PD-PKPNU. Karena itu, kegiatan Temu Kader ini menjadi langkah penting untuk mendatabase, menjalin silaturahmi, sekaligus menghimpun kekuatan kader,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan yang dihadiri sekitar 40 kader tersebut merupakan bagian dari implementasi sembilan mandat PD-PKPNU. Selain mempererat ukhuwah antar kader, kegiatan ini juga memberi dampak positif terhadap penguatan struktur organisasi, di mana banyak kader mulai terlibat aktif di kepengurusan MWCNU, ranting, maupun Banom NU.
“Capaian yang membahagiakan dari kegiatan ini adalah terjalinnya silaturahmi yang semakin erat. Side manfaatnya, kader-kader mulai masuk ke struktur organisasi, baik di MWC, ranting, maupun Banom,” tambahnya.
Ke depan, kegiatan Temu Kader direncanakan akan dilaksanakan secara kontinu sebagai bagian dari penguatan organisasi dan pemberdayaan kader. Beberapa program tindak lanjut yang akan dikembangkan di antaranya kegiatan Lailatul Ijtima’, Yaumil Ijtima’, hingga penguatan kemandirian ekonomi warga NU.
Iman Budiman juga menegaskan bahwa MWCNU Padalarang memiliki potensi besar untuk mengembangkan organisasi. Potensi tersebut berasal dari keberagaman latar belakang pengurus, mulai dari unsur mustasyar, a’wan, tanfidziyah, tokoh masyarakat, tokoh MUI, aghnia, hingga politisi yang tergabung dalam kepengurusan NU Padalarang.
“MWCNU Padalarang percaya diri dengan potensi yang dimiliki. Karena itu saya mengajak seluruh kader untuk menghimpun kekuatan dengan berjamaah demi kemajuan organisasi,” tegasnya.
Sementara itu, Mustasyar MWCNU Padalarang, H. Bubun Risnandar, S.Ag,.M.Si menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa NU dibangun atas dasar kebersamaan dan komitmen bersama dalam perjuangan.
“Di NU itu konsepnya kebersamaan dan komitmen. Semua membutuhkan perjuangan. Alhamdulillah antusias dari berbagai pihak pada kegiatan ini sangat tinggi, termasuk dari Banom dan para kader,” ungkapnya.
Ia juga menilai keberagaman latar belakang pengurus menjadi kekuatan besar bagi kemajuan MWCNU Padalarang ke depan. Karena itu, ia mengajak MWCNU di kecamatan lain untuk terus membangun organisasi secara bersama-sama dan memperkuat sinergi antar kader.
Pewarta: M.H. Anang Hadiat (LTNNU KBB)
